Buku ini mengupas tuntas integrasi strategis antara teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan konsep pendidikan inklusif di era digital, dengan fokus utama mengatasi hambatan komunikasi yang dihadapi oleh siswa tuli di lingkungan sekolah. Pendidikan inklusif menuntut adanya reformasi sistem agar ramah terhadap keberagaman, namun dalam praktiknya, interaksi verbal yang dominan di kelas sering kali memicu kesenjangan informasi, akademik, serta sosial-emosional bagi siswa tuli. Sebagai solusi alami, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) hadir menjadi fondasi krusial untuk menjembatani komunikasi tersebut.
Pembahasan dalam buku setebal 105 halaman ini mencakup spektrum multidisiplin yang komprehensif, mulai dari pemahaman mendalam aspek sosial-budaya ketulian, karakteristik tata bahasa visual-spasial BISINDO, hingga perbedaan mendasarnya dengan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia).
Sisi teknologi diulas secara mendalam melalui pemanfaatan Computer Vision dan Deep Learning sebagai pilar utama pembentuk sistem BISINDO Recognition. Pembaca diajak menyelami aspek teknis seperti:
- Arsitektur jaringan saraf (Convolutional Neural Network, RNN, LSTM, hingga Transformer).
- Pemanfaatan framework MediaPipe dan teknik Pose Estimation untuk melacak gerakan serta ekspresi wajah pengguna secara real-time.
- Metodologi utuh siklus pengembangan aplikasi, meliputi analisis kebutuhan pengguna, teknik pengumpulan serta pelabelan dataset, hingga evaluasi performa model melalui metrik Confusion Matrix.
Tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, buku ini ditutup dengan analisis empiris melalui studi kasus implementasi nyata aplikasi di sekolah inklusif. Penulis memaparkan bagaimana inovasi digital ini terbukti mampu mendongkrak kemandirian belajar, pemahaman materi, literasi, serta mereduksi perasaan terisolasi bagi siswa tuli di sekolah. Selain itu, disoroti pula urgensi penerapan etis AI terkait perlindungan privasi data siswa, regulasi pendidikan, dan standar aksesibilitas. Buku ini menjadi referensi yang kaya bagi akademisi, guru, pengembang teknologi, maupun pengambil kebijakan demi mewujudkan keadilan akses pendidikan yang setara di Indonesia






Reviews
There are no reviews yet.